Tampilkan postingan dengan label mandiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mandiri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Agustus 2011

Aku ingin terus belajar


Pertama-tama saya akan bercerita tentang pengalaman hidup di tengah-tengah kedua orang tua yang cacat. Saya hidup bersama kedua orang tua saya walopun kedua orang tua cacat saya sangat bahagia, karena saya di lingkungan desa saya gak dibeda-bedakan dan saya juga banyak teman. Tapi susah juga karena kedua orang tua saya tidak berpendidikan tapi ayah saya sekolah tamat SD dan SD zaman dulu berbeda dengan pendidikan zaman sekarang.  Jadi saya belajar sendiri dan saya juga senang bisa belajar sendiri tapi saya agak susah untuk mengerti pelajaran bahasa inggris. Saya sering berfikir karena orang tua saya tidak berpendidikan jadi saya harus lebih berusaha untuk tidak seperti kedua orang tua saya. Dan semua usaha itu saya dikasih semangat oleh kedua orang tua saya. Walopun kedua orang tua saya kurang berpendidikan mereka selalu mengajarkan kepada saya hal-hal yang baik. Jadi saya harus memenuhi dan menjalani semua itu karena semua itu membuat saya menuju kemasa depan yang serah. Dan itulah kisah saya. Makasih. Dan saya ingin memberi saran:  walaupun kedua orang tua kita cacat jangan kalian malu karena mereka semua orang tua kita dan mereka yang memberi semangat untuk menuju ke masa depan yang cerah.
--diceritakan oleh Naya--

Belajar Mandiri


Aku adalah seorang anak yang orang tuanya menjadi korban gempa. Ibuku sekarang tidak bisa apa-apa karena sakit yang diderita karena tertimpa rumah saat gempa tanggal 27 Mei 2006 yang lalu dan menderita patah tulang belakang, dan sekarang apa-apa aku sendiri karena ibuku di atas kursi roda, nyuci baju sendiri, makan dibantu sama nenek dan sekolah pun yang membiayai pakde saya.
Dan kesulitan saya sekarang uang transport saya tidak ada, untuk beli buku dan alat tulis lainnya sebenarnya saya kasihan sama pakde karena punya anak juga yang harus dibiayai. Soal sandang atau pakaian saya sekarang enggak pernah dibelikan sampai saya malu sama teman-teman yang pakaiannya bagus-bagus namun saya sadar kalau dulu semua keperluanku ibu yang membelikan namun sekarang ibu cacat tidak bisa bekerja lagi. Maka dari itu untuk menghilangkan rasa malu saya di rumah sambil membantu jualan bensin eceran di rumah.
--diceritakan oleh Ari--